Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

SILSILAH MBAH HANAN BOGANGIN

Mbok Anak Putu Sesuk Butuh,  Al Fatihah Kagem Mbah2 Kabeh ----------------------- Mbah Kyai Nur Zaidin (Bulus, Purworejo)                  |                V Mbah Kyai Tasliman + Ny. Aisyah (Bogangin)                  |                V Mbah Kyai M. Khanan 1. Ahadiyah + Mbah Darkam   2. Muhammad Miftar + Mbah Lailatul Q 3. Mbah Kudasi + Mingah (Dulur Jombor, Karangturi)  4. Kudsiyah+ Mbah Jangi ( Dulur Karang Turi, Selandaka, Kamulyan) 5. Mbah Katem+ Mbah Jaeni A. Anak-anak Mbah Hanan: 1. Siwo Gadah / Ahadiyah + Mbah Darkam 2. Muhammad Miftar + Mbah Tutul 3. Mbah Kudasi + Mingah (Jombor, Karangturi) 4. Kudsiyah + Mbah Jangi (Selandaka, Kamulyan) B. Anak asuh (diasuh oleh Mbah Hanan): Mbah Katem + Mbah Jaeni: 1. Rohani (Watuagung)    * Sini    * Nasim    * Asiah   ...

Biografi Kyai Tasliman: Penjaga Sunyi Warisan Dakwah dan Jejak Perjuangan Diponegoro

Kyai Tasliman merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Pondok Pesantren Bogangin, Banyumas, yang berasal dari keluarga besar ulama pejuang keturunan Kyai Nur Zaidin. Ia adalah putra dari Kyai Nur Zaidin, seorang ulama sekaligus santri dan prajurit dalam barisan perjuangan Pangeran Diponegoro pada masa Perang Jawa. Dalam catatan sejarah lokal, Kyai Nur Zaidin termasuk bagian dari jaringan ulama dan santri dari wilayah Bulus, Bagelen (Purworejo) yang turut serta dalam perjuangan melawan kolonial Belanda, kemudian melanjutkan perjuangan tersebut melalui jalur dakwah dan pendidikan setelah perang berakhir. Transformasi perjuangan dari medan perang menuju pesantren inilah yang menjadi fondasi lahirnya pusat-pusat pendidikan Islam di Banyumas, termasuk Pondok Bogangin. Kyai Nur Zaidin tidak hanya dikenal sebagai pejuang, tetapi juga sebagai perintis tradisi keilmuan yang kuat. Bersama para ulama eks-prajurit Diponegoro lainnya, ia melakukan perpindahan dari wilayah Bage...